DALES DNA
Filosofi, Visi, dan Metode Latihan Sepakbola Modern yang Mengakar dari Karakter Laskar Kuning Hitam.
“Sekumpulan ide tentang visi pemain masa depan, falsafah bermain, dan metode latihan yang diyakini Dales FC akan mencetak pemain level dunia di masa depan.”
APA ITU EN-SI-FLEK?
Tiga prinsip inti pembentukan gaya bermain anak-anak Dales FC di semua kategori umur.
ENERJIK (Energetic)
Dales FC menginginkan permainan enerjik dengan intensitas tinggi. Di mana dalam permainan enerjik terdapat unsur tidak takut salah. Berani mengambil risiko dengan suatu perhitungan matang demi memenangkan bola dan menekan pertahanan lawan.
INISIATIF (Initiative)
Dales FC tak ingin menunggu dan bereaksi secara pasif. Dales FC selalu mengambil inisiatif saat menyerang, bertahan, maupun fase transisi. Inisiatif ini berarti suatu upaya terencana untuk selalu mendominasi jalannya pertandingan sepanjang 90 menit.
FLEKSIBEL (Flexible)
Sepakbola yang dinamis dan kompleks menuntut fleksibilitas tinggi. Kontrol terhadap ruang (space control) menjadi kunci untuk memenangkan permainan. Untuk itu, pemain Dales FC harus selalu fleksibel menyesuaikan ketersediaan ruang yang selalu berubah di setiap detik laga.
SMART TRAINING METHOD
Lima kaidah dasar yang wajib diterapkan oleh setiap pelatih Dales FC di semua sesi lapangan.
Situation Football
Latihan harus mensimulasikan situasi sepakbola sebenarnya. Di dalamnya terdapat menyerang-bertahan-transisi, ada kawan dan lawan yang merangsang komunikasi, pengambilan keputusan (decision making), dan eksekusi dalam situasi sepakbola riil.
Maximum Intensity
Setiap latihan harus berlangsung dalam intensitas maksimal. Dari mulai latihan passing sederhana hingga gim taktikal, semua harus dilakukan dengan usaha maksimal seperti dalam pertandingan sesungguhnya.
Active Involvement
Semua bentuk latihan harus melibatkan seluruh pemain, termasuk penjaga gawang. Menunggu dalam antrian yang pasif merupakan sesuatu yang sebisa mungkin dihindari!
Rest Coaching
Sebisa mungkin pelatih tidak menghentikan sesi latihan secara berlebihan hanya untuk memberi masukan. Intensitas latihan harus terjaga dan pemain dilatih mencari solusi mandiri. Pemberian evaluasi taktik disarankan dilakukan saat interval waktu istirahat (rest interval).
Task Oriented
Setiap bentuk latihan selalu menyajikan permasalahan taktikal yang perlu dipecahkan oleh siswa. Permasalahan ini adalah indikator kesuksesan latihan. Semakin pemain mampu menyelesaikan persoalan di lapangan, semakin sukses sesi pembinaan!
TUNGGU APA LAGI?
Dapatkan sekarang juga E-Book Kurikulum Dales DNA secara gratis untuk memahami panduan lengkap pembinaan sepak bola modern kelompok usia muda.